Arikamedia.id – Dalam rentang waktu tujuh bulan pada 2026, lima kepala daerah di Jawa Tengah terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengaku geram terhadap para bupati di wilayahnya yang terjaring OTT KPK.
Terbaru penangkapan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menambah daftar kepala daerah di Jawa Tengah yang kena OTT KPK sepanjang 2026.
Hingga saat ini sudah ada total 5 bupati yang ditangkap KPK, yakni
Bupati Pati, Sudewo
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro
Prihatin dan Menyesal
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi prihatin dan menyesal kasus berulang meski peringatan dan pencegahan sudah terus dilakukan.
“Secara dinas, saya sebagai Gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya,” kata Luthfi di kantornya, Rabu (29/7/2026).
Dia menegaskan, tugas gubernur adalah sebagai koordinator dan pengawas bagi kepala daerah.
Adapun bupati dan wali kota memiliki kewenangan penuh terkait pengelolaan pemerintahan dan anggaran di daerahnya masing-masing.
“Saya sudah melakukan beberapa banyak langkah di Jawa Tengah, mulai ikut retret, kemudian deputi pencegahan sudah kita lakukan. Kemudian bikin MOU,” ucapnya.










