Menurut Wali Kota, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon, agar seluruh layanan pemerintahan dapat saling terhubung, dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara lebih akurat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga upaya mitigasi bencana akan terus diperluas.
“Kami ingin Ambon tidak hanya menjadi kota yang memanfaatkan teknologi, tetapi benar-benar menjadi kota cerdas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh rekomendasi dari tim evaluator akan kami tindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan daerah,” ujarnya. (***)










