Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8/2026) menuai kritik dari Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII).
PUSHAM UII menilai pidato Prabowo yang berlangsung hampir dua jam tersebut tidak banyak menyentuh akar persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bahkan, PUSHAM UII menilai pidato tersebut “hanya dipenuhi pujian terhadap dirinya sendiri.”
Kritik tersebut menyoroti cara Prabowo menyampaikan berbagai capaian pemerintah dalam pidato kenegaraannya.
Alih-alih mengurai secara mendalam persoalan bangsa dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, pidato dinilai lebih banyak menampilkan keberhasilan pemerintahan sendiri, mengutip MelihatIndonesia.id.
Sorotan PUSHAM UII menjadi perhatian karena pidato kenegaraan merupakan momentum penting bagi Presiden untuk menyampaikan kondisi bangsa sekaligus menjelaskan persoalan dan tantangan yang masih harus diselesaikan.
Dengan durasi hampir dua jam, kritik tersebut mempertanyakan apakah panjangnya pidato sebanding dengan kedalaman pembahasan terhadap persoalan yang dihadapi rakyat.
PUSHAM UII menyebut pidato Prabowo tak menyentuh akar persoalan dan justru sarat pujian terhadap dirinya sendiri. *










