Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB. Guncangan tersebut memicu longsor yang menimbun badan jalan Trans Flores di kawasan Nangaba, Kabupaten Ende.
Akibat material longsor, akses jalan yang menghubungkan Ende–Bajawa terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan laporan warga, longsor terjadi di kilometer 17 arah timur Kota Ende. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan sehingga akses dari arah Barai menuju Nangaba maupun sebaliknya terhenti.
Pusat gempa berada di koordinat 8,41° LS dan 121,92° BT, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Situasi masih berkembang. Hingga sekitar pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat sekitar 54 gempa susulan, dengan satu di antaranya dirasakan masyarakat dan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
BMKG juga mendeteksi adanya indikasi tsunami melalui alat pemantau di sejumlah lokasi.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, tetap waspada terhadap gempa susulan dan hindari mendekati area longsor maupun jalur yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Menurut kamu, bagaimana kondisi akses Trans Flores setelah kejadian ini? Bagikan informasi ini agar warga yang hendak melintas bisa lebih waspada. * (Sumber: Kompas)










