Arikamedia.id, TEL AVIV – Badan Keamanan Israel, Shin Bet, menuntut agar tindakan hukum diambil terhadap Channel 12 terkait pemberitaannya mengenai kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab. Tuntutan disampaikan ke kepala sensor militer pada Senin.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri (PMO) pada Senin larut malam, Shin Bet menganggap laporan tersebut sebagai pelanggaran sensor yang serius. Shin Bet menyatakan bahwa waktu penayangan laporan tersebut—yang muncul pada pukul 21.38—membahayakan keamanan perdana menteri serta pasukan di lapangan. Ini karena pesawat perdana menteri saat itu masih berada jauh di luar perbatasan Israel.
Pesawat tersebut mendarat sekitar satu jam kemudian, pada pukul 22.27. Shin Bet menambahkan bahwa laporan itu mengungkap metode operasi yang menempatkan operasi-operasi di masa mendatang pada tingkat risiko jauh lebih tinggi, melansir Republika.co.id.
PMO menyatakan bahwa keselamatan perdana menteri, istrinya, dan delegasi—termasuk kepala Dewan Keamanan Nasional Mayjen Guy Markizano, sekretaris militer, kepala divisi keamanan Shin Bet, serta awak pesawat dan tim keamanan—semuanya terancam bahaya.
Sementara itu, penilaian Mossad menyebut kebocoran informasi sebagai ancaman keamanan serius. Selain itu, penilaian Mossad menyimpulkan bahwa kebocoran informasi tersebut merupakan ancaman keamanan serius bagi keselamatan perdana menteri dan delegasi. Mossad meminta agar publikasi berita tersebut dikategorikan sebagai insiden serius yang membahayakan keamanan Negara Israel.















