Arikamedia.id, AMBON — Wakil Ketua Internal DPC GAMKI Kota Ambon, Michael Steven Adam, menilai rencana pabrikasi sopi harus diarahkan pada penataan produksi dan distribusi, bukan memperluas peredarannya.
Menurut Michael, pabrikasi dapat menjadi langkah untuk mengontrol akses, meningkatkan nilai ekonomi, sekaligus mempertahankan sopi sebagai bagian dari tradisi masyarakat Maluku.
Ia mendorong pemerintah melakukan pemetaan terhadap produsen, wilayah produksi, jalur distribusi hingga titik penjualan agar pengawasan lebih mudah dilakukan.
“Pabrikasi harus menjadi pintu untuk memperketat distribusi, bukan memperluas konsumsi. Yang ditata adalah tata kelolanya, bukan identitas budaya sopi,” ujar Michael.
Michael juga menekankan pentingnya kemasan, harga, lokasi penjualan dan mekanisme distribusi yang terkontrol. Menurutnya, peningkatan nilai ekonomi sopi tidak harus diikuti dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap minuman tersebut.
Ia berharap kebijakan pabrikasi dibahas bersama pemerintah, masyarakat adat, produsen tradisional, pelaku usaha, tokoh agama dan pemangku kepentingan lainnya agar tradisi tetap terjaga, nilai ekonomi meningkat, sementara peredaran tetap terkendali. *















