Tak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, Wattimena juga telah menyerahkan bantuan pribadi kepada lima pemilik lapak yang menjadi korban kebakaran, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp2 juta sebagai tambahan modal agar dapat kembali menjalankan usahanya.
Baginya penanganan korban kebakaran bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Ia menegaskan, setiap warga yang tertimpa bencana harus merasakan bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan bertindak.
“Warga yang tertimpa musibah harus merasakan kehadiran pemerintah. Karena itu, kami akan terus bergerak cepat memberikan perlindungan, bantuan, dan Menjamin rasa aman serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (AM-18)










