Penampilannya langsung menarik perhatian pembina atletik nasional yang memintanya bergabung ke pemusatan latihan di Ragunan, Jakarta. Sayangnya,kedua orang tuanya memilih jalan berbeda. Mereka menilai sistem pembinaan di PPLP Maluku tidak jauh berbeda dengan Ragunan. Karena usianya masih sangat muda, Viera belum diizinkan meninggalkan Maluku, kecuali jika mendapat panggilan resmi untuk membela Indonesia. Keputusan itu justru menjadi awal lahirnya seorang juara.
Sepulang dari POPNAS, Viera resmi bergabung dengan PPLP Maluku. Tahun 2002 menjadi titik balik perjalanan kariernya. Pada Kejuaraan Antar PPLP se-Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, ia sukses mempersembahkan medali perak nomor 600 meter kategori junior. Prestasi tersebut kembali membuatnya ditawari bergabung ke Ragunan. Namun sekali lagi, kedua orang tuanya belum mengizinkan karena Viera baru berusia 15 tahun.


Tidak lama kemudian, Viera dipromosikan ke Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Maluku di bawah pembinaan Dr. Luckas Wattimena selaku Kepala Bidang Prestasi Pengprov PASI Maluku. Meski menjadi atlet termuda, Viera berhasil lolos Pra-PON 2003 dan mengamankan tiket menuju PON XVI di Palembang. Ia tampil pada nomor 400 meter dan 800 meter. walaupun belum berhasil naik podium, pencapaiannya sangat membanggakan.










