Arikamedia.id, JAKARTA – Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan rasio belanja pendidikan terhadap PDB yang sangat rendah.
Berdasarkan data World Bank yang bersumber dari UNESCO Institute for Statistics, belanja pendidikan Indonesia berada di kisaran 1,3% dari PDB. Angka ini tertinggal dari sejumlah negara kawasan, seperti Singapura 2,2%, Thailand 2,5%, dan Vietnam 2,9%.
Secara global, rata-rata belanja pendidikan dunia berada di kisaran 3,96% dari PDB. Sementara negara seperti Swedia, Denmark, dan Belgia mencatat rasio yang jauh lebih tinggi, dilansir World Bank.
Rendahnya rasio ini menjadi sorotan karena masih banyak tantangan pendidikan di Indonesia, mulai dari ruang kelas rusak, kesejahteraan guru honorer, hingga ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, CELIOS juga mengkritik penggunaan sekitar Rp223 triliun dari pos fungsi pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis pada 2026.
Menurut CELIOS, anggaran sebesar itu sebelumnya dapat diarahkan untuk peningkatan mutu pembelajaran, perbaikan sarana sekolah, bantuan operasional pendidikan, hingga penguatan kualitas guru.
Isu ini menjadi penting karena pendidikan bukan hanya soal sekolah hari ini, tetapi juga kesiapan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Kalau investasi pendidikannya masih kecil, pertanyaannya: sejauh mana kita benar-benar serius menyiapkan generasi masa depan? ***










