Arikamedia.id – DPD KNPI Kota Ambon meminta masyarakat menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi terkait persoalan lingkungan di kawasan BTN Poka, yang menyeret nama Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena.
Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menilai beredarnya flyer di media sosial yang mengaitkan Wali Kota dengan kontraktor bernama Wilson, bahkan memunculkan narasi soal kemungkinan penangkapan Wali Kota, berpotensi memprovokasi masyarakat dan menjatuhkan nama baik secara politik.
“Stop provokasi publik dengan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Jangan sampai narasi ‘tangkap Wali Kota Ambon’ sengaja didesain untuk menjatuhkan Wali Kota secara politik,” tegas Basyir di Ambon, Kamis (11/9/2026).
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi dan hak setiap warga negara. Namun, kritik harus disampaikan berdasarkan fakta, data, dan melalui mekanisme serta instansi yang berwenang.
Basyir juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang penyebaran hoaks dan fitnah.
“Verifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Jangan sampai kebebasan berpendapat justru melanggar hukum dan merusak tatanan sosial di Kota Ambon,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyebut narasi yang mengaitkan dirinya dengan persoalan BTN Poka sebagai “salah alamat.” Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, juga menegaskan bahwa izin operasional Galian C bukan kewenangan Pemerintah Kota Ambon.













