CNA mencatat bahwa Febrie mengakui rumah di Bogor yang digeledah adalah kediaman pribadinya, namun membantah aset-aset itu berkaitan dengan tindak pidana dan menegaskan semua bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Dalam konteks kasus ini, asas praduga tak bersalah tetap berlaku.
South China Morning Post (SCMP) dari Hong Kong mengambil sudut pandang yang lebih dalam melalui artikel berjudul “What happens when Indonesia’s top corruption buster is suspected of graft himself?” Media itu menggambarkan temuan emas batangan, tumpukan uang dolar, dan tujuh koper dalam brankas sebagai simbol salah satu skandal terbesar yang mengguncang institusi penegakan hukum Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Nilai total aset yang disita, menurut perkiraan polisi yang dikutip SCMP, mencapai sekitar Rp476 miliar. SCMP tidak berhenti di skandal individual. Media ini memperluas analisisnya ke tiga isu yang lebih luas.
Pertama, soal investasi: Direktur Alphagate Capital Henry Wibowo dikutip SCMP menyebut kasus korupsi pejabat senior berpotensi menurunkan kepercayaan investor karena menimbulkan kekhawatiran soal tata kelola pemerintahan meski ia juga menilai jika proses hukum berjalan independen, kasus ini justru bisa menjadi sinyal positif keseriusan pemerintah.










