Menurutnya, penghormatan terbaik kepada para pahlawan bukan hanya dilakukan melalui upacara dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mampu menghadirkan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat para pahlawan harus hidup dalam setiap bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat. Keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, humanis, dan berkeadilan,” tegasnya.
Wakapolda menambahkan bahwa Hari Bhayangkara Ke-80 harus menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menilai kepercayaan publik merupakan modal utama institusi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, setiap personel harus mampu menunjukkan sikap profesional, terbuka, serta hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Hari Bhayangkara bukan hanya milik Polri, tetapi juga milik seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, setiap anggota Polri harus memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang tulus, profesional, dan berintegritas,” katanya.










