Anos menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel TNI yang tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tengah keterbatasan fasilitas yang tersedia. Menurutnya, negara harus memberikan perhatian yang seimbang antara penempatan personel dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Karena itu, dirinya akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan Pos Penjagaan Pamputer yang permanen serta penyediaan speed boat sebagai fasilitas operasional patroli di Pulau Metimiarang.
“Katong tidak boleh hanya meminta prajurit menjaga wilayah perbatasan, tetapi membiarkan mereka menjalankan tugas dengan keterbatasan. Mereka menjaga kedaulatan negara, sehingga fasilitas untuk menunjang tugas mereka juga harus menjadi perhatian,” kata Anos.
Kunjungan ke Pulau Metimiarang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Reses untuk memastikan bahwa berbagai persoalan di pulau-pulau terluar dapat dilihat secara langsung dan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan maupun lembaga terkait.
Metimiarang adalah beranda terdepan Indonesia.
Menjaga Metimiarang berarti menjaga batas wilayah negara, menjaga kekayaan laut Indonesia, menjaga masyarakat yang hidup di pulau terluar, sekaligus menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. *










