Anggota DPRD Maluku Anos Yeremias berkunjung ke Pulau Metimiarang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku, Rabu, (2/9/26), dalam rangka melaksanakan Reses Masa Sidang I DPRD Provinsi Maluku.
Keterbatasan fasilitas jadi sorotan, tidak memiliki Pos Penjagaan permanen, tidak memiliki speedboat patroli. Ketiadaan speed boat membuat personel yang bertugas memiliki keterbatasan untuk bergerak cepat melalui laut, terutama apabila sewaktu-waktu terdapat ancaman keamanan ataupun aktivitas pencurian hasil laut dan ikan di kawasan perbatasan negara.
Padahal karakter wilayah Metimiarang yang merupakan pulau terluar menuntut kemampuan mobilitas laut yang memadai agar personel dapat melakukan patroli, pemantauan dan respons cepat apabila terjadi gangguan di wilayah perairan perbatasan.
“Katong menempatkan prajurit di salah satu pulau terluar untuk menjaga wilayah negara, tetapi fasilitas dasar mereka masih sangat terbatas. Pos penjagaan permanen belum ada sehingga selama ini mereka harus menumpang di rumah masyarakat. Sekarang pemilik rumah akan menggunakan kembali rumahnya sehingga mereka harus pindah,” ujar Anos.
Menurut Anos, kondisi tersebut harus menjadi perhatian karena menyangkut kesiapan personel dalam menjalankan tugas negara. “Selain Pos Penjagaan, mereka juga tidak memiliki speed boat untuk patroli. Bagaimana mereka bisa bergerak cepat kalau sewaktu-waktu ada ancaman atau pencurian hasil ikan di wilayah perbatasan? Metimiarang ini bukan sekadar sebuah pulau, tetapi bagian dari wilayah terdepan Negara Republik Indonesia yang harus dijaga secara serius,” tegasnya.










