“Kelulusan 27 peserta pada tahapan Wawancara Psikologi dan PMK merupakan hasil murni kemampuan peserta yang diperoleh melalui proses seleksi yang objektif, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun intervensi dalam seluruh tahapan penerimaan anggota Polri,” tegas Kombes Pol Jemi Junaidi.
Karo SDM juga mengajak seluruh peserta dan orang tua untuk terus mengawasi jalannya proses seleksi yang masih berlangsung.
“Kami mengajak seluruh peserta dan orang tua untuk terus mengawasi jalannya seleksi. Apabila terdapat hal-hal yang dianggap tidak sesuai prosedur, masyarakat dapat langsung menyampaikannya kepada panitia maupun pengawas internal dan eksternal yang telah dilibatkan dalam proses seleksi,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa proses rekrutmen anggota Polri merupakan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul dan berdaya saing.
“Rekrutmen anggota Polri merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang profesional, berintegritas, dan siap melayani masyarakat. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama yang terus kami jaga dalam setiap tahapan seleksi,” kata Kombes Pol Rositah Umasugi.










