Di sela-sela peninjauan, Kombes Pol Jemi Junaidi menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan anggota Polri di wilayah Maluku dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta konsep Clear and Clean yang menjadi bagian dari kebijakan reformasi SDM Polri.
“Penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara objektif, profesional, dan berbasis merit. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil yang diperoleh pada setiap tahapan seleksi,” tegas Jemi.
Menurutnya, proses seleksi yang ketat merupakan bagian penting dalam menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik Maluku yang memiliki kualitas intelektual, kematangan psikologis, integritas moral, serta komitmen pengabdian yang tinggi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Rekrutmen yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.










