Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan keluarga untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia maupun pejabat tertentu dengan menjanjikan kelulusan melalui imbalan atau cara-cara di luar mekanisme resmi.
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Persiapkan diri dengan baik dan ikuti seluruh tahapan secara maksimal. Kelulusan ditentukan oleh hasil yang diraih peserta sendiri, bukan karena kedekatan, titipan, ataupun transaksi,” katanya.
Pemeriksaan psikologi tahap kedua merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi anggota Polri karena berfungsi mengidentifikasi karakter, stabilitas emosi, kemampuan adaptasi, integritas, serta kesiapan mental peserta dalam menjalankan tugas kepolisian yang profesional dan humanis.
Melalui pengawasan berlapis dan penerapan prinsip transparansi pada setiap tahapan seleksi, Polda Maluku berharap proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dapat melahirkan personel-personel unggul yang siap mendukung transformasi Polri Presisi, menjaga stabilitas keamanan, serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. **










