Dikatakan wilayah kepulauan seperti Maluku memiliki potensi ekonomi yang besar. namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan akses pasar, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan produk masih memerlukan perhatian melalui program pendampingan yang berkelanjutan.
Ia mendorong agar sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pelaku usaha terus diperkuat. Hasil riset, pendampingan, serta inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu melahirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.
Selain meningkatkan kapasitas usaha, Pemkot Ambon juga berharap pelaku UMKM perempuan semakin siap memanfaatkan digitalisasi, memperluas jaringan pemasaran, dan menghasilkan produk-produk unggulan yang mampu menembus pasar regional maupun nasional.
Toisuta mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring usaha yang lebih luas.
“Semoga dari kegiatan ini lahir UMKM perempuan yang semakin mandiri, kreatif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Ambon serta Provinsi Maluku,” tutupnya. (AM-18)










