Di bidang ekonomi, pemanfaatan QRIS di tiga RTP menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran masyarakat terhadap transaksi non-tunai.
“Ini cara kita mengedukasi masyarakat agar terbiasa dengan sistem pembayaran digital yang lebih efisien dan aman,” kata Wattimena.
Ia menyoroti proses seleksi Sekretaris Kota Ambon yang saat ini sedang berlangsung ,bahkan ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam praktik dukung-mendukung.
“Jabatan Sekretaris Kota adalah jabatan karier, bukan kontestasi politik. Tidak boleh ada tim sukses atau upaya saling menjatuhkan. Siapa yang memenuhi syarat, dia yang akan terpilih melalui proses seleksi,” tegasnya.
Selain itu, perhatian turut diberikan terhadap isu perlindungan anak, khususnya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Wali Kota meminta seluruh kepala sekolah untuk bertindak tegas dalam menangani kasus kekerasan, baik fisik maupun verbal.
“Anak-anak harus dilindungi. Tidak boleh ada pembiaran terhadap bullying. Kepala sekolah wajib mengambil tindakan tegas, termasuk melibatkan orang tua,” ucapnya
Wattimena menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendukung lingkungan pendidikan yang sehat, termasuk membatasi aktivitas yang tidak perlu di lingkungan sekolah.










