Pasca peristiwa itu, Mariska mengaku bahwa Korban pertama kali dilarikan warga ke RS Bhayangkara, kemudian dirujuk ke RS Siloam Ambon pada hari yang sama dalam kondisi kritis.
Di tengah perawatan intensif di rumah sakit, korban sempat menyampaikan kondisi yang dialaminya kepada sang ibu. “Ma, oto Truck tentara yang muat CASIS giling Kia” tutur korban lirih.
Pada 7 Maret 2026, korban menjalani operasi darurat oleh tiga dokter spesialis dengan kondisi hemoglobin (HB) sekitar 4. “Dengan diagnosa, pendarahan hebat pada organ hati, cedera serius pada panggul dan pangkal paha, dan pembengkakan pada otak,” tutur Mariska.
Pada 8 Maret 2026, korban dirujuk ke RSUP Leimena karena keterbatasan tenaga medis spesialis di RS sebelumnya.
Sejak dirawat, korban telah menjalani tindakan medis intensif, termasuk lebih dari 40 kantong transfusi darah dan CT Scan kepala korban karena sempat mengalami kejang akibat pembengkakan pada otak. “Anak saya dilindas, tapi Puji Tuhan anak saya selamat. Itu Mujizat Tuhan,” ujar Mariska.
Korban juga menjalani operasi lanjutan pada organ hati pada 12 Maret 2026 serta operasi ortopedi berupa pemasangan pen pada panggul dan pangkal paha pada 30 Maret 2026. Dan hingga kini, korban masih dirawat di RSUP Leimena Ambon.










