Peristiwa ini tidak hanya menjadi persoalan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyangkut masa depan seorang anak yang kini tengah berjuang untuk pulih.
Keluarga berharap seluruh pihak dapat menunjukkan tanggung jawab bersama secara berkelanjutan agar masa depan korban tetap terjamin. Mariska mengungkapkan, bahwa di tengah kondisi yang masih lemah, anaknya tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 6–7 April 2026 dari ruang perawatan.
“Dia mengerjakan ujian matematika dan bahasa Indonesia sambil menahan rasa sakit, bahkan sempat menangis, namun tetap berusaha menyelesaikan ujian,”tutur Mariska.*










