Ketua Harian PBVSI Maluku, Affandy Hasanusi, menegaskan peserta tidak boleh menjadikan lisensi sebagai tujuan utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan menerapkan materi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet.
“Jangan hanya mengejar sertifikat. Kualitas juga harus diperhatikan. Materi yang diberikan harus dapat diserap dan dipraktikkan untuk menghasilkan atlet-atlet bola voli indoor terbaik,” tegas Affandy.
Kursus ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian lisensi, tetapi menjadi langkah konkret memperkuat sistem pembinaan dan membuka peluang bagi atlet Maluku untuk menembus persaingan nasional hingga Pelatnas. *













