Lebih lanjut diungkapkan, DPRD menilai masih banyak aset daerah yang belum dikelola secara optimal. Padahal, aset tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan yang signifikan jika ditata dengan baik.
“Salah satu kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kawasan tersebut belum menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.
Kalau UPTD tidak mampu menghadirkan studi kelayakan atau target pendapatan yang jelas, maka libatkan pihak ketiga agar pengelolaannya lebih profesional.
Pansus menekankan tanpa langkah pembenahan yang menyeluruh, penurunan PAD berpotensi berlanjut dan berdampak pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan serta pelayanan publik.
DPRD juga menyoroti pemerintah provinsi untuk mendorong pengembangan sektor strategis, termasuk proyek Blok Masela serta investasi lainnya, agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah. ***










