Disampaikan pula bahwa derasnya perkembangan teknologi digital dan pergeseran nilai sosial telah menghadirkan tantangan baru bagi keluarga Indonesia.
Arus informasi yang masuk tanpa batas melalui perangkat digital dapat memberikan dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan penguatan fungsi keluarga.
Oleh karena itu, ketangguhan keluarga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga.
Untuk itu, pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.
Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN juga mengingatkan bahwa lemahnya fungsi pengasuhan dan minimnya kehadiran figur orang tua dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti tawuran antarpelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.










