Negeri Hatalai memiliki beragam kekayaan budaya yang selama ini menjadi bagian dari karakter dan kehidupan masyarakat.
Kekayaan tersebut dinilai perlu terus diperkenalkan agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat Hatalai, tetapi juga mendapat ruang yang lebih luas di tengah masyarakat Kota Ambon maupun Maluku.
Atas dasar itu, Festival Marawai diharapkan mampu menjadi salah satu sarana promosi budaya yang memperkenalkan Hatalai sebagai negeri adat di Jazirah Leitimur Selatan yang memiliki sejarah, tradisi dan warisan budaya yang kuat.
Pelestarian budaya menjadi penting karena seni dan tradisi tidak hanya berbicara mengenai pertunjukan, tetapi juga merepresentasikan jati diri, perjalanan sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.
Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut terlihat melalui rencana penampilan kembali sebuah tarian tradisional yang hampir 40 tahun tidak dipertunjukkan di Negeri Hatalai.
Tarian yang memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan adat dan budaya itu akan menjadi salah satu sajian utama dalam Festival Marawai 2026.
Kehadirannya sekaligus menjadi upaya untuk membuka kembali ruang bagi generasi muda agar mengenal warisan budaya yang sempat lama tidak ditampilkan.










