“Euforia olahraga adalah hal yang positif karena mencerminkan semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat. Namun keselamatan tidak boleh diabaikan. Menggunakan helm, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga ketertiban selama konvoi merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar perayaan berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban di jalan raya,” kata Rositah.
Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh edukasi dan perlindungan selama beraktivitas.
“Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam Operasi Simpatik Salawaku 2026. Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama. Polisi hadir untuk mengingatkan, melindungi, dan memastikan setiap kegiatan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan berkeselamatan,” tegasnya.
Polda Maluku berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat menjadi ajang kebersamaan yang membawa semangat positif bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya harus tetap menjadi prioritas dalam setiap bentuk perayaan. ***










