Sebelumnya ia menjabat Wakil Menteri Pertanian dan sejak awal terlibat dalam penyusunan konsep teknis program MBG.
Mantan Wamentan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985, ini menerima warisan yang tidak ringan: lembaga yang sedang terseret tiga kasus dugaan korupsi mantan pimpinannya, program makan bergizi yang didera keracunan berulang, lebih dari 1.200 aduan masyarakat yang sebagian besar belum ditangani, dan sekitar 400 dapur yang terindikasi bermasalah dari hasil verifikasi rekening virtual account SPPG.
Gerakannya sejak hari pertama tidak pelan. Dalam minggu pertama memimpin, ia membekukan lebih dari 800 dapur MBG yang dinilai melanggar standar higienitas dan sanitasi.
Ia memperkenalkan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan Media Center sebagai kanal pengaduan masyarakat.
Ia melibatkan Kejaksaan dalam audit dapur-dapur bermasalah. Dan bagi yang terbukti berniat melakukan tindak pidana korupsi, ia sudah menyiapkan mekanisme pencopotan dan pengusulan pemecatan melalui Badan Kepegawaian Nasional.
“Kertas putih” yang ia umumkan hari ini adalah bagian dari upaya membangun budaya kerja baru di lembaga yang sejak diluncurkan belum pernah benar-benar bersih dari kontroversi.










