Arikamedia.id, AMBON – Ketua Umum PC IMM Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menegaskan, banyak persoalan ekonomi dan pelayanan di Maluku saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat yang belum berpihak pada daerah kepulauan.
“Jangan sampai masyarakat yang menderita karena kebijakan yang tidak tepat. Kami dari IMM menyerukan: pusat harus dengar Maluku, dan anak muda Maluku harus siap memimpin Maluku,” kata Basyir.
Ia mengingatkan bahwa persatuan NKRI harus dijaga. Kritik kepada pemerintah pusat bukan berarti memisahkan diri, tetapi bentuk cinta agar kebijakan lebih adil untuk daerah.
Anak Muda Maluku Harus Jadikan Pemimpin Lokal Sebagai Mitra Kritis.
Anak muda Maluku harus berani mengambil peran sebagai pemimpin lokal di daerah. Mulai dari Gubernur, Wali Kota, hingga Bupati.
“Gubernur, Wali Kota, dan Bupati bukan musuhnya anak muda. Justru mereka harus jadi mitra. Yang kita butuhkan adalah keberanian anak muda untuk maju dan memperbaiki daerah dari dalam sistem,” ujar Basyir.
Menurut Basyir, ditambah lagi, kinerja sejumlah lembaga vertikal di Maluku dinilai belum optimal melayani kebutuhan dasar masyarakat.
“Kita lihat ada Kanwil Kemenag, Balai Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, BNN, BPJS, dan lainnya. Tapi pelayanan di lapangan belum menjawab kebutuhan masyarakat Maluku yang berbasis pulau-pulau. Contoh kecil: PLN di Maluku harusnya berbasis kelistrikan laut dan pulau. Telkomsel juga harus merata sampai pelosok. Jangan samakan dengan Jawa,” tegasnya.










