Arikamedia.id, AMBON – Krisis air bersih di Kota Ambon menjadi perhatian serius lintas elemen. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Ambon menggelar silaturahmi bersama Pengurus ICMI Kota Ambon dan Direktur PT DSA Kota Ambon untuk merumuskan langkah bersama.
Pertemuan ini dihadiri Ketua Umum PC IMM Kota Ambon Basyir Tuhepaly, Sekretaris Umum Mansyur Tomagola, Fungsionaris Samil Rahareng, Pengurus ICMI Kota Ambon Ikbal Kaplale, dan Direktur PT DSA Kota Ambon Jefri Riry.

Basyir Tuhepaly menyampaikan keprihatinan atas kondisi ketersediaan air di Ambon yang semakin memprihatinkan seiring pertumbuhan penduduk. “Fenomena jumlah kepadatan penduduk di Kota Ambon semakin meningkat, dan debit air di beberapa mata air semakin mengecil. Ini akan berdampak langsung kepada pelayanan air bersih kepada Warga Kota Ambon,” ujar Basyir.
Senada dengan itu, Direktur PT DSA Jefri Riry menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan akademisi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.
“Air adalah kebutuhan dasar. Kalau mata air kita tidak dijaga dari sekarang, 5-10 tahun ke depan Ambon bisa krisis. Maka harus ada gerakan bersama,” kata Jefri.
Pengurus ICMI Kota Ambon Ikbal Kaplale menambahkan, momentum 17 Agustus 2026 harus dimaknai bukan hanya seremoni, tetapi juga aksi nyata untuk rakyat.










