Arikamedia.id, JAYAPURA – Di tengah perubahan zaman yang modern saat ini, mayoritas generasi muda di seluruh Pulau Papua, mulai melupakan adat dan budaya, misalnya tentang penggunaan pakaian adat.
Namun pemandangan tak biasa terlihat di lingkungan Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Yohanes Rasul Jayapura, Rabu (22/4/2026). Seorang mahasiswa asal Piyaiye, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Hengki Magai, tampil percaya diri mengenakan pakaian adat Papua berupa bobe dan koteka saat mengikuti aktivitas perkuliahan.
Di tengah suasana kampus yang didominasi gaya berpakaian modern, kehadiran Hengki dengan balutan pakaian tradisional justru menjadi perhatian. Namun, ia mengaku tidak merasa canggung, apalagi malu, dikutip dari TribunPapua.com.
“Tidak ada kata gengsi. Ini identitas kami orang Papua. Bagi kawan-kawan dari luar mungkin terlihat aneh, tapi bagi saya ini hal biasa,” ujarnya.
Menurut Hengki, penggunaan pakaian adat di ruang publik, termasuk kampus, merupakan salah satu bentuk nyata menjaga dan melestarikan budaya Papua agar tidak hilang ditelan zaman. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mempertahankan warisan leluhur. Jika tidak dimulai dari sekarang, kata dia, budaya lokal bisa perlahan ditinggalkan.










