BeritaDaerahNasionalOpiniUtama

๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ๐˜€ ๐—ฃ๐—ถ๐—น๐˜‚ ๐—œ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฟ. ๐—œ๐—ฐ๐—ต๐—ฎ: ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—œ๐—ฏ๐˜‚ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ป๐˜†๐—ฎ

2
×

๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ๐˜€ ๐—ฃ๐—ถ๐—น๐˜‚ ๐—œ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฟ. ๐—œ๐—ฐ๐—ต๐—ฎ: ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—œ๐—ฏ๐˜‚ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—”๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ป๐˜†๐—ฎ

Sebarkan artikel ini

Kehadiran mereka bukan sekadar ritual #perpisahan, melainkan pernyataan sikap kolektif bahwa kehilangan satu nyawa dokter adalah duka bersama seluruh ekosistem kesehatan.

Para dokter yang berdiri mengelilingi pusara dengan jas putihnya merepresentasikan ikatan profesi yang tak lekang oleh maut. Jas tersebut, yang sehari-hari menjadi simbol  pengabdian menyelamatkan nyawa, kini menjadi saksi bisu perpisahan dengan rekan sejawat yang  gugur dalam tugas mulia. 

Kepergian dr. Icha meninggalkan kehampaan profesional yang mendalam; beliau adalah sosok dokter muda #berdedikasi tinggi yang integritasnya diakui oleh rekan seprofesi maupun masyarakat yang dilayaninya.

Tragedi ini menegaskan kembali urgensi perlindungan tenaga kesehatan secara sistemik. Tenaga medis adalah manusia yang memiliki batas psikologis, berhak atas lingkungan kerja yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk intimidasi maupun keker4san verbal. 

Baca Juga  BPC IMM Kota Ambon Dorong Kapolda Maluku Bersikap Tegas terhadap Oknum Polisi Terduga Mafia BBM di Bula

Keselamatan dan kesejahteraan mental #nakes bukan sekadar wacana, melainkan prasyarat mutlak agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Semoga kepergian dr. Icha menjadi katalisator bagi pembenahan regulasi dan budaya kerja di fasilitas kesehatan. Kami mendorong semua pemangku kepentingan untuk menjadikan kasus ini sebagai evaluasi menyeluruh, sehingga tidak ada lagi tenaga medis yang mengalami nasib serupa. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *