“Hari Bhayangkara bukan hanya milik Polri, tetapi juga milik masyarakat Indonesia. Karena itu, setiap anggota Polri harus memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku juga menekankan pentingnya memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan serta merawat persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia, khususnya Maluku.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di Tugu TMP Kapahaha oleh Kapolda Maluku, pembacaan doa, serta dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. *










