”Transparansi keuangan harus diterjemahkan menjadi transparansi kebijakan, dan akuntabilitas laporan harus berbanding lurus dengan akuntabilitas hasil kerja,” pungkasnya.
Pada akhirnya, prestasi sejati seorang pemimpin bukanlah jumlah piala WTP yang tersimpan di lemari kaca kantornya, melainkan senyum kepuasan warga negaranya yang merasakan dampak langsung dari pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab.
Wenno menyatakan, selama WTP masih dianggap sebaga piala (titik akhir) daripada titik awal perbaikan, maka ia akan tetap menjadi prestasi semu yang indah di atas kertas, namun hampa di mata publik. Mari kita hargai WTP, tetapi jangan sampai kita tertipu olehnya. (*)










