Kata dia,mekanisme yang jelas diperlukan agar proses pengembangan karier berlangsung secara terbuka dan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh guru. “Kalau mau menjadi kepala sekolah, ikuti proses dan mekanisme yang sudah berlangsung. Kalau semua dilalui dengan baik, pasti ada kesempatan untuk menjadi kepala sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wattimena mengakui pemerintah memiliki keterbatasan dalam menangani seluruh persoalan pendidikan. Karena itu, keterlibatan PGRI, Bunda Guru, sekolah, dan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang ada.
Ia berharap PGRI terus melakukan pembenahan di internal organisasi sekaligus menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah. Melalui kerja bersama tersebut, berbagai persoalan dapat dibahas berdasarkan kondisi di lapangan dan dicari penyelesaiannya secara bersama.
Wattimena juga berharap kebijakan pemerintah pusat mengenai status dan pengangkatan tenaga PPPK maupun ASN dapat segera memberikan kepastian bagi para guru. “Pemerintah sudah berusaha menempatkan dirinya pada posisi yang ideal. Karena itu, apa yang bisa kita kerjakan bersama, mari kita lakukan secara kolaboratif,” pungkasnya. (AM-18)










