Arikamedia.id, AMBON – Perumdam masih melakukan pendataan dan pemetaan terhadap sejumlah titik lain yang membutuhkan akses air bersih.
“Ada beberapa titik yang kita datangi karena masyarakat menyampaikan kebutuhan air bersih. Permintaan itu disampaikan melalui Pak Wali Kota maupun langsung kepada kami,” jelasnya.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian Perumdam adalah Halong Atas, tepatnya di belakang Kopertis, RT 36/RW 12. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, terdapat sekitar 26 kepala keluarga yang hingga kini membutuhkan akses terhadap jaringan air bersih.
Keterbatasan layanan membuat warga di kawasan tersebut masih mengandalkan pasokan air melalui mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga menambah beban pengeluaran karena air harus diperoleh dengan biaya yang relatif mahal. “Kemarin kami sudah turun ke Halong Atas, di belakang Kopertis, RT 36/RW 12. Ada 26 KK yang membutuhkan air bersih. Selama ini mereka mengambil air dari mobil tangki dan nilainya cukup mahal,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Ambon melalui Perumdam Tirta Yapono mendorong penyediaan jaringan yang lebih permanen di kawasan itu. Pembangunan jaringan ditargetkan dapat direalisasikan pada September sehingga warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan air tangki.










