Baginya, pendidikan dan pelatihan tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan formalitas atau hanya untuk memperoleh sertifikat.
“Yang paling penting adalah bagaimana pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas, kemampuan, disiplin, karakter, dan tanggung jawab setiap peserta sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
Ia menilai respons cepat petugas terhadap berbagai kondisi darurat telah memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Sekarang masyarakat jarang mengeluhkan lambatnya respons petugas pemadam. Bahkan ketika ada laporan pukul tiga dini hari mengenai sarang tawon, ular, maupun kondisi darurat lainnya, personel tetap siaga dan langsung menuju lokasi. Itu merupakan bentuk pengabdian yang luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan, tugas pemadam kebakaran saat ini tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan yang membutuhkan kesiapsiagaan selama 24 jam.
Meski demikian, Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan armada pemadam kebakaran yang belum sepenuhnya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Karena itu, Pemkot Ambon akan terus berupaya menambah sarana dan prasarana pendukung, termasuk menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat maupun daerah lain.










