Arikamedia.id, AMBON – Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela harus menjadi momentum kebangkitan sumber daya manusia (SDM) Maluku, bukan hanya dipandang sebagai proyek investasi bernilai besar.
Keberhasilan Blok Masela tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi gas yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana proyek tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Groundbreaking Blok Masela merupakan momentum bersejarah bagi Maluku. Keberhasilannya harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam pembukaan lapangan kerja bagi putra-putri daerah.
“Blok Masela akan beroperasi selama puluhan tahun. Proyek ini harus menjadi katalis lahirnya tenaga-tenaga profesional asal Maluku yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias, kepada wartawan di Ambon, Jumat (10/7/26).
Anos meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar, dan Pemkab Maluku Barat Daya (MBD) segera mengambil langkah konkret untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal sejak dini.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu hingga proyek memasuki tahap konstruksi atau produksi baru kemudian menyiapkan SDM. Alasan bahwa tenaga kerja lokal belum siap, kata dia, tidak boleh lagi menjadi pembenaran untuk mendatangkan pekerja dari luar daerah.










