Diusulkannya, embentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal Blok Masela yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan pelaksana, perguruan tinggi, SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), dunia usaha, serta organisasi profesi.
“Jangan sampai peluang kerja dan manfaat ekonomi justru lebih banyak dinikmati oleh tenaga kerja dari luar daerah. Harapan masyarakat harus dijawab dengan kebijakan yang nyata,” tegasnya.
Kata Anos, satgas tersebut bertugas melakukan pendataan pencari kerja lokal secara menyeluruh, memetakan kebutuhan tenaga kerja sesuai tahapan proyek, menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berstandar industri migas, menyiapkan program beasiswa dan magang bagi putra-putri Maluku, serta membangun kerja sama dengan perusahaan pelaksana agar proses rekrutmen berlangsung transparan dan memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal yang memenuhi kompetensi.
Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar ajakan agar masyarakat bersiap menghadapi proyek tambahnya, melainkan peta jalan (roadmap) pengembangan SDM yang jelas, memiliki target waktu, didukung anggaran, serta dapat diukur capaian pelaksanaannya.
Lebih jauh Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini mengingatkan agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri ketika proyek mulai berjalan, pemprov harus menunjukkan komitmen kuat agar pembangunan Blok Masela benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku. ***










