Albert menjelaskan bahwa bola voli bukan hanya cabang olahraga prestasi, tetapi juga olahraga rakyat yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat Maluku. Ia mencontohkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, khususnya Kota Saumlaki, yang menjadikan bola voli sebagai bagian dari budaya masyarakat.
“Secara prestasi kita memang belum maksimal, tetapi secara kerakyatan bola voli sangat populer. Di Saumlaki, voli sudah menjadi budaya. Ini adalah modal besar untuk membangun prestasi yang lebih baik,” katanya.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Provinsi Maluku, Alimuddin Kolatlena mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PBVSI Maluku dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga, dimulai dari peningkatan kapasitas pelatih dan wasit yang akan menjadi ujung tombak pembinaan atlet di seluruh kabupaten dan kota.
Kolaletna, mengatakan penyelenggaraan kursus merupakan implementasi program kerja PBVSI periode 2025–2029 yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga.
Menurutnya, pelaksanaan kursus pelatih dan wasit secara bersamaan merupakan terobosan yang disesuaikan dengan kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan sehingga lebih efektif dan efisien. “Tujuannya meningkatkan kompetensi pelatih dan wasit sekaligus memperbarui pengetahuan mereka sesuai perkembangan aturan dan standar nasional maupun internasional,” kata Ali yang juga anggota DPR RI Dapil Maluku ini.










