Arikamedia.id, AMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung proses penegakan hukum dan penyusunan kebijakan terkait persoalan pertambangan di Gunung Botak melalui kajian akademik yang berbasis data dan riset ilmiah.
Pihak universitas menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil sebaiknya berlandaskan data yang akurat dan hasil kajian akademik agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab persoalan di lapangan.
Dalam keterangannya, Rektor Unpatti Prof Fredy Leiwakabessy Rabu (24/6/26) di Gedung Rektorat mengatakan, bahwa lembaga akademik bekerja secara independen dan bebas dari kepentingan kelompok maupun institusi tertentu.

Peran perguruan tinggi adalah menghasilkan riset dan menyediakan data yang tepat sebagai dasar penyusunan solusi atas berbagai persoalan yang muncul.
Dijelaskan, pendekatan berbasis kajian ilmiah diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak lingkungan, persoalan sosial, dan tantangan ekonomi yang terjadi di daerah.
Di sisi lain, pemanfaatan sumber daya alam juga diharapkan tetap memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan kalangan akademisi dinilai penting agar pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan searah dengan program pembangunan nasional maupun daerah.










