BeritaEkonomiNasionalUtama

Belum genap 2 tahun pemerintahan Prabowo, utang pemerintah Indonesia sudah bertambah nyaris Rp 2.000 triliun. 

7
×

Belum genap 2 tahun pemerintahan Prabowo, utang pemerintah Indonesia sudah bertambah nyaris Rp 2.000 triliun. 

Sebarkan artikel ini

Arikamedia.id, JAKARTA – Sebelum Prabowo menjabat, posisi utang pemerintah per akhir September 2024 tercatat Rp8.473,90 triliun.

Kini, per akhir Juni 2026, utang pemerintah sudah mencapai: Rp10.293,69 triliun

Artinya, dalam waktu kurang dari dua tahun, utang pemerintah bertambah sekitar Rp1.819,79 triliun atau 21,5%.

Rasio utang terhadap PDB juga meningkat: September 2024: 38,55% Desember 2024: 39,81% Desember 2025: 40,46% Juni 2026: 41,26%, mengutip Kontan.co.id. 

Angkanya memang terus naik. Tapi apakah berarti kondisi utang Indonesia sudah mengkhawatirkan?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rasio utang Indonesia masih jauh di bawah batas maksimal 60% terhadap PDB yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara. “Kalau kita lihat kan, masih di bawah 60% jauh,” ujar Purbaya.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Bilang Keberagaman Harus Tetap Jadi Kekuatan

Purbaya juga mengatakan pemerintah akan berupaya menekan rasio utang dengan membatasi defisit dan meningkatkan efektivitas penerimaan pajak.

“Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat. Terus kita akan efektifkan tax collection (penerimaan pajak) kita,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah menegaskan utang tetap dikelola secara prudent, terukur, dan produktif untuk mendukung pembangunan nasional. ** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *