“Yang paling mendasar bagi masyarakat adalah beras. Karena itu kami datang untuk melihat secara langsung kesiapan Bulog dalam menjamin ketersediaan pasokan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Selama peninjauan, ia bersama Wali Kota Ambon berkeliling ke sejumlah gudang penyimpanan untuk melihat kondisi stok pangan yang dimiliki Bulog.
Dari hasil pemantauan tersebut, ia menilai Bulog memiliki peran strategis yang perlu terus diperkuat dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Ia pun mendorong agar peran Bulog tidak hanya terbatas pada penyaluran bantuan beras, tetapi juga diperluas melalui distribusi berbagai komoditas pangan strategis lainnya.
“Kalau Bulog hanya menyalurkan bantuan beras, menurut saya itu masih terlalu terbatas. Bulog juga bisa memperkuat distribusi bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng dan kebutuhan pangan strategis lain, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Usai peninjauan, Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, menyerahkan plakat kepada Anggota Komisioner Ombudsman RI, Fikri Yasin, sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan tersebut.
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Ambon, staf Ombudsman RI Perwakilan Maluku, serta sejumlah tamu undangan. (AM-18)










