Keduanya memiliki alasan masing-masing. Kekhawatiran daerah terhadap ketersediaan likuiditas pada awal tahun merupakan persoalan nyata. Namun, pemerintah pusat juga berkepentingan memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, persoalan utama bukan sekadar berapa besar dana yang ditransfer ke daerah, melainkan bagaimana memastikan dana tersebut tersedia tepat waktu, dikelola secara efektif, dan segera memberikan dampak bagi masyarakat.
Efisiensi anggaran, kepastian transfer, dan kualitas belanja daerah menjadi kunci agar uang publik tidak sekadar mengendap di perbankan, tetapi benar-benar bergerak untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. ***













