2. Antisipasi Serangan Politik. Semakin populer, serangan akan makin gencar. Isu pengalaman di partai hingga loyalitas pasti dimainkan lawan.
3. Konsistensi Narasi “Biking Bae Maluku”. Publik menunggu aksi nyata, bukan sekadar slogan. FCT wajib menjaga kedekatan dengan rakyat hingga hari pemilihan.
MALUKU MENCARI CERITA BARU
Memanaskannya peta politik Maluku bukan karena rebutan proyek, tapi karena rakyat mulai bertanya: “Sudah sering dipimpin ketua partai, apakah Maluku jadi lebih baik ?”.
Naiknya nama FCT ke permukaan adalah cerminan kerinduan publik akan figur baru. Figur yang tidak hanya dikenal tetapi juga dicintai oleh seluruh rakyat Maluku.
Pilgub 2030 masih jauh. Namun satu hal yang pasti: *Hari ini konstelasi politik Maluku tidak akan sama lagi sejak FCT Menjadi Figur yang diperbincangkan publik. (*)










