Ambon, 22 Juni 2026
Oleh: Tim Analisis Politik Maluku
Suhu politik Maluku mulai menghangat, meski pilgub maluku kurang lebih masih tiga tahun lagi, diskusi warung kopi, grup WhatsApp, hingga ruang kampus sudah ramai membicarakan nama-nama bakal calon.
Di tengah dominasi tiga ketua partai HL, AV, dan BGW, satu nama kini mencuat jadi pusat perhatian: *FCT*.
Adapun Febry Calvin Tetelepta (FCT ) JADI PERBINCANGAN :
1. Fenomena Kuda Hitam
Publik Maluku mulai jenuh dengan wajah politik lama. Tiga ketua partai dianggap sebagai representasi elit. FCT hadir dengan citra berbeda: bukan produk karbitan partai, melainkan figur yang namanya naik karena kedekatannya dengan rakyat.
2. Kekuatan Modal Sosial
Besarnya nama FCT bukan sebatas karena pernah menjabat sebagai deputi satu KSP bidang infrastruktur dan energi tetapi murni kedekatannya dengan rakyat sehingga namanya menyebar dari cerita mulut ke mulut, di seantero kepulauan maluku. Banyak warga mengaku pernah berinteraksi langsung dengan FCT.
Elektabilitas yang tumbuh dari bawah ini menjadi ancaman nyata bagi mesin partai besar.
3. Manuver Politik yang Mengejutkan
Langkah FCT bergabung dengan PSI memecah kebuntuan. Pada Pemilu 2024, PSI belum jadi kekuatan besar di Maluku. Namun bergabungnya Presiden ke-7 Joko Widodo ke PSI mengubah persepsi. Publik menilai FCT sedang menyiapkan kendaraan tempur yang serius, bukan sekadar coba-coba.










