Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, banjir, longsor, kekeringan, hingga berbagai bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.
Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi tantangan besar. Produksi sampah nasional terus meningkat setiap tahun, sementara sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir atau bahkan dibakar secara terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat mengubah pola pikir dalam mengelola sampah, dimulai dari rumah tangga melalui pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengurangi pencemaran dan limbah, memperkuat pengelolaan sampah yang aman, serta memperluas kawasan hijau sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) kepada perusahaan yang meraih peringkat Hijau dan Biru.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi bersih-bersih sampah yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni di depan SMA Negeri 5 Ambon dan di belakang Dealer Honda, sebagai bentuk aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan. (AM-18)










