Menurutnya, media massa memiliki peran penting dalam memperkuat perjuangan tersebut. Karena itu, jurnalis dan organisasi kewartawanan turut dimasukkan sebagai bagian dari jejaring dan mitra strategis dalam tindak lanjut hasil konsolidasi.
“Pemberitaan media dapat membantu mempercepat perubahan kebijakan maupun mendorong penanganan berbagai kasus yang dihadapi perempuan,” kata Linda.
Ketua Panitia Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau, Jacquelin Akyuwen, menyebut forum tersebut menjadi ruang bersama bagi perempuan dari berbagai wilayah untuk menyuarakan aspirasi dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan.
“Perempuan Maluku perlu duduk bersama untuk menentukan arah kebijakan yang lebih responsif gender,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Ulfa Tuahuns, mengatakan forum ini merupakan pertemuan besar kedua perempuan Maluku setelah Kongres Perempuan Maluku yang digelar pada 2009.
“Setelah 17 tahun, perempuan Maluku kembali berkonsolidasi untuk menyatukan gagasan dan memperkuat agenda perjuangan bersama,” kata Ulfa.
Untuk diketahui Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau dibuka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Maluku.










