Ia menegaskan bahwa keseruan mengikuti pertandingan Piala Dunia tidak boleh mengganggu tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Tak hanya itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera menyelesaikan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan keuangan yang masih menjadi temuan.
Toisuta menekankan bahwa raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus dibarengi dengan penyelesaian seluruh kewajiban administrasi yang masih tersisa.
Sementara Wutmaili Roumuty menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diterimanya setelah sebelumnya meraih Kalpataru pada tahun 2018.
Ia mengaku pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat sekitar.
Roumuty menjelaskan, aktivitas pengelolaan lingkungan yang dijalankannya berpusat di kawasan Batu Meja yang dulunya merupakan lokasi bekas longsoran sampah.
Dari tempat itu, ia terus mengembangkan berbagai cara sederhana untuk mengolah sampah agar memiliki nilai guna.
Sebagai pensiunan ASN, Roumuty mengaku terpanggil untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
Dikatakan persoalan utama sampah bukan terletak pada limbah itu sendiri, melainkan pada kebiasaan dan pola pikir manusia dalam mengelolanya.










