BeritaDaerahHukum & KriminalNasionalTNI dan POLRIUtama

Pembubaran Retret Pelajar Kristen Jadi Tantangan Pemerintah untuk Ciptakan Rasa Aman

48
×

Pembubaran Retret Pelajar Kristen Jadi Tantangan Pemerintah untuk Ciptakan Rasa Aman

Sebarkan artikel ini
Pembubaran kegiatan keagamaan di Cidahu, Sukabumi - INT

Menurut Usman, penegakan hukum dan kebijakan pemerintah seharusnya melindungi minoritas yang lemah. Usman mengatakan fondasi kebijakan negara dan penegakan hukum yang lemah itu memperkuat budaya impunitas atas kasus-kasus intoleransi di Indonesia, dikutip dari Tempo.co.

“Terlalu banyak retorika, tidak ada perubahan kebijakan diskriminatif dan tidak ada pelaku serta dalang yang diproses hukum atas kasus intimidasi dan perusakan gedung tersebut,” katanya pada Senin, 30 Juni 2025.

Sebelumnya video pengrusakan rumah yang diduga dijadikan ‘tempat ibadah’ di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial. Akun Instagram @sukabumisatu, menyebut ratusan warga di desa Kecamatan Cidahu melakukan aksi demo, di Kampung Tangkil RT 04/01, Desa Tangkil, pada Jumat 27 Juni 2025.

Baca Juga  Target Konstruksi 2027, Blok Masela Siap Pasok Gas Bumi Mulai 2030

Terlihat dalam video yang dibagikan oleh akun tersebut, sekelompok orang menurunkan benda yang tampak seperti kayu salib. Warga yang berteriak-teriak itu kemudian menghancurkan sejumlah fasilitas rumah seperti kaca. Mereka juga menghancurkan meja-meja dan kursi di halaman rumah tersebut. 

Tempo belum bisa menghubungi kepolisian setempat untuk dimintai penjelasan soal kronologi peristiwa. Menurut keterangan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), kejadian di Cidahu merupakan pembubaran kegiatan retreat pelajar Kristen. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB. GAMKI Bogor langsung menginvestigasi peristiwa ini. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kasatgas Preventif Operasi Simpatik Salawaku 2026, Ipda Fadli Souissa, mengatakan pihaknya tidak melarang masyarakat mengekspresikan kegembiraan, namun keselamatan harus tetap menjadi prioritas…