Lebih lanjut, Ahmad Arda mengaku prihatin atas munculnya dugaan ketidaknetralan Ketua Panitia dalam mengawal jalannya Musycab XV. Dugaan tersebut berkembang karena panitia dinilai tidak mengambil langkah tegas ketika terjadi perdebatan terkait mekanisme persidangan dan keabsahan forum.
“Panitia semestinya berdiri di posisi netral dan menjadi penengah ketika muncul perbedaan pandangan dalam forum. Tugas panitia bukan membiarkan polemik berkembang tanpa kejelasan, melainkan memastikan seluruh proses berjalan sesuai AD/ART dan konstitusi organisasi,” tegasnya.
Ahmad Arda juga menilai bahwa ketidakjelasan sikap panitia berpotensi memperpanjang konflik internal dan mengganggu marwah organisasi.
Karena itu, ia mendesak Ketua Panitia untuk segera memberikan penjelasan terbuka kepada seluruh peserta Musycab terkait status forum, dasar organisatoris penundaan sidang, serta langkah-langkah yang telah ditempuh dalam menjaga netralitas dan integritas pelaksanaan Muscab XV.
“Kami berharap seluruh persoalan ini diselesaikan berdasarkan konstitusi organisasi. IMM harus tetap menjadi ruang kaderisasi yang menjunjung nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan musyawarah, bukan menjadi arena kepentingan kelompok maupun individu tertentu,” tutup Ahmad Arda. *










